Film Dua Garis Biru kini menjadi perbincangan warga net. Pasalnya, film ini mengisahkan sesuatu yang relevan dengan era sekarang.

Bagi yang belum menonton thrailler nya, bisa klik dibawah ini.

Film Dua Garis Biru

Film Indonesia yang bergenre romantis ini konon banyak penggemarnya. Alasannya klise, dari judul saja kita sudah dibuat penasaran. Belum lagi thrailler dan cover yang beredar bikin kita menebak-nebak isi ceritanya. Ditambah lagi aktor dan aktris yang kece badai.

So, tunggu apa lagi!
Tonton filmnya!

Judulnya kok aneh?

Mungkin banyak dari kalian yang belum tahu. Kok judulnya dua garis biru? Ambil dari mana?

Dua Garis Biru. Setelah kita melihat cover dan menonton thrailler, otak kita berputar, ‘bukan Dua Garis Merah ya?’
Tepat sekali.

Judul dari film ini diambil karena pemahaman Bima -tokoh utama yang masih SMA- dalam film tersebut yang salah tangkap maksud dari ‘Dua Garis Merah’ tertera pada testpack Dara -kekasihnya yang juga pelajar SMA-.

Dia kira bayi yang ada dalam kandungan Dara, perempuan. Karena ketika ditestpack muncul ‘Dua Garis Merah/Pink’. Tapi ternyata setelah kandungan membesar dan diperiksa oleh dokter, jabang bayinya laki-laki.
Lalu si Bima bertanya,

“Kok munculnya dua garis merah/pink Bukan dua garis biru?”

Itulah sekilas penjelasan tentang keambiguan judulnya.

Bagus nggak sih filmnya?

Takutnya jelek.

Bagi sebagian penonton yang belum mengetahui ulasan, thrailler, ataupun covernya (nonton dadakan), mungkin akan dibuat terkejut pada awal cerita. Karena kedekatan Bima dan Dara yang sudah seperti suami istri.

Keduanya sangat dekat. Hingga akhirnya mereka melakukan ‘itu‘. Kemudian tanpa diduga, Dara hamil. Dara yang notabenenya anak berprestasi hancur seketika mengetahui kenyataan tersebut.

Penasaran kelanjutannya?
Tonton di bioskop!

Peran orangtua sangat penting dalam pergaulan anak.

-Pesan moral

Relevan dangan banyaknya kasus hamil diluar nikah pada remaja. Film ini menyampaikan bahwa peranan orangtua sangat penting dalam pergaulan anaknya. Oleh karenanya, diharapkan para orangtua sadar akan kebutuhan kasih sayang dan perhatian anaknya.

Tentang nikah muda, menikah muda pada dasarnya bagus jika dilakukan untuk menghindari perzinahan. Namun, pelaku nikah muda harus didukung dengan finansial yang memadai dan didasari dengan sikap yang dewasa, dalam hal ini tidak egois dalam berrumah tangga.

Kedewasaan emosional sangat diperlukan dalam membangun rumah tangga.

So, jangan berani menikah muda jika kalian masih kekanakan!